info@pangandaran.travel - Tlp : (0265)-631670 - 085 22222 88 12 | OPEN TRIP 1-3 Desember 2017 Klik Disini

Month: October 2016

Festival Layang-Layang Pangandaran Digelar 15 Oktober

By in Artikel No Comments

Pangandaran, SwaraPangandaran.Com – Hajat tahunan Festival Layang-Layang Pangandaran atau Pangandaran Kite Festival akan kembali digelar. Tahun ini, ajang berskala internasional ini dihelat pada 15 dan 16 Oktober 2016.

Bertempat di Lapangan Katapang Doyong, kawasan wisata Pantai Timur Pangandaran, para peserta dalam dan luar negeri akan beradu bakat menerbangkan beraneka layang-layang.

Mereka bersaing memperbutkan juara dalam sejumlah kategori layang-layang, di antaranya “trainaga”, “dua dimensi”, “tiga dimensi”, “rokaku” dan jenis lainnya.

Tak hanya pertunjukan layang-layang, ajang bernama internasional Pangandaran Kite Festival ini juga menyuguhkan berbagai kegiatan pendukung. Di antaranya adalah pertunjukan seni-budaya, trail adventure, pameran bonsai dan lomba melukis layang-layang.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata, Perindagkop dan UMKM Kabupaten Pangandaran Soni Agusman menyampaikan, Festival Layang-Layang dirancang sebagai salah satu atraksi wisata unggulan Pangandandaran.

Festival Layang-Layang, menurut Soni, menjadi daya tarik wisata karena menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat pesisir. Dalam ajang ini, kata Soni, wisatawan bisa menemukan beraneka layang-layang tradisional dan melihat secara langsung berbagai aspek kebudayaan masyarakat pesisir.

“Karena diadakan di pantai, jadi selain pemandangan, wisatawan bisa melihat aktivitas nelayan, mulai dari proses menangkap ikan hingga membuat ikan asin,” kata Soni, Selasa (27/9).

Untuk lebih mempromosikan sektor wisata, menurut Soni, para peserta Festival Layang-Layang juga akan diajak mengunjungi obyek-obyek wisata di Pangandaran. Dengan begitu, Soni berharap, para peserta akan menceritakan pengalaman berwisata di Pangandaran kepada rekan dan kerabat mereka di daerah masing-masing.

Khusus tahun ini, menurut Soni, Festival Layang-Layang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pesta HUT ke-4 Kabupaten Pangandaran yang jatuh pada 25 Oktober.

Selain Festival Layang-Layang, kata Soni, ada juga ajang Hajat Laut, Tari Ronggeng Kolosal, Parade Budaya, Pasanggiri Mojang-Jajaka dan masih banyak lagi.

Sumber : swarapangandaran.com

Tiket Masuk Wisata Pangandaran Naik Per 1 Oktober

By in Artikel No Comments

Pangandaran, SwaraPangandaran.Com – Pemerintah Kabupaten Pangandaran menetapkan kenaikan retribusi tempat-tempat wisata yang dikelola pemerintah daerah. Tarif baru ini akan berlaku mulai 1 Oktober 2016.

Ketetapan kenaikan ini dituangkan dalam Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 28 tahun 2016 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Kenaikan retribusi berlaku untuk lima obyek wisata yang dikelola pemerintah.

Kelima obyek wisata adalah Pantai Pangandaran, Pantai Batuhiu, Cukang Taneuh (Green Canyon) dan Pantai Batukaras (obyek wisata Kelas I), serta Pantai Karapyak (obyek wisata Kelas II).

Dalam Perbup tersebut, setiap wisatawan yang masuk ke ke obyek wisata Kelas I dikenakan retribusi Rp 5.000 atau naik dari sebelumnya Rp 3.500. Berdasarkan penghitungan tarif perorangan tersebut, ditetapkan ongkos masuk kendaraan berdasarkan asumsi jumlah penumpang.

Tarif sepeda bermotor ditetapkan Rp 10.000 (sebelumnya Rp 7.500), jeep/sedang dan sejenisnya 25.000 (sebelumnya Rp 19.500), minibus kecil dan sejenisnya Rp 50.000 (sebelumnya Rp 36.000), serta minibus besar dan sejenisnya Rp 75.000 (sebelumnya Rp 51.500).

Selanjutnya, tarif bus kecil dan sejenisnya ditetapkan Rp 100.000 (sebelumnya Rp 80.000), bus sedang dan sejenisnya Rp 150.000 (sebelumnya Rp 104.000) serta bus besar dan sejenisnya Rp 250.000 (sebelumnya Rp 172.000).

Kepala Dinas Pariwisata, Perndagkop dan UMKM Muhlis menyampaikan, selain bentuk penyesuaiaan dengan kondisi ekonomi, keputusan kenaikan retribusi juga merupakan upaya Pemkab Pangandaran menggenjot pendapatan untuk mengoptimalkan pembangunan.

“Pangandaran ini murah sekali, kita naikan karena kita butuh untuk pembangunan. Kita melakukan pentaan itu kan butuh anggaran,” ujar Muhlis seusai menggelar sosialisasi penyesuaian tarif dengan jajaran pemerintah dan pelaku usaha wisata di Gedung TIC Pangandaran, Selasa (20/9).

Ketua Kelompok Masyarakat Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kabupaten Pangandaran Edi Rusmiadi sepakat dengan langkah pemerintah menaikan retribusi obyek wisata. Namun begitu, Edi memiliki beberapa catatan.

Edi menilai, waktu pemberlakuan tarif baru pada 1 Oktober 2016 terlalu mepet dan menjadi kesulitan tersendiri bagi pengelola usaha jasa wisata.

“Tour operator, travel ini harus menyesuaikan tarif jasa yang mereka tawarkan. Belum lagi umumnya mereka sudah ada order hingga Oktober dan bulan-bulan setelahnya (dengan tarif lama),” kata Edi di tempat yang sama.

Selain itu, menurut Edi, Pemkab Pangandaran harus memastikan hanya retribusi wisata yang naik tahun ini, sementara retribusi lainnya, seperti kebersihan, parkir, dan lain-lain, tidak turut dinaikan. Hal ini, menurut Edi, agar ongkos wisata di Pangandaran tidak melonjak drastis.

Kenaikan retribusi wisata, menurut Edi, juga harus benar-benar diikuti dengan perbaikan fasilitas dan pelayanan. Jika tidak, kata dia, bisa jadi wisatawan kapok berlibur ke Pangandaran.

Sumber : swarapangandaran.com

Kemeriahan Hajat Laut Pantai Madasari

By in Artikel No Comments

Nelayan dan masyarakat sekitar Pantai Madasari, Kecamatan Cimerak menggelar syukuran nelayan atau hajat laut, Kamis (27/10). Selain menjadi pesta rakyat, ajang ini juga menarik perhatian para turis asing.

Ketua Rukun Nelayan Madasari Uun Unadi mengatakan, selain diisi oleh kegiatan keagamaan, seperti tabligh akbar, doa bersama, dan ngarung bareng di laut, acara ini juga menyertakan olahraga dan perlombaan tradisional, seperti bola voli pantai, balap sarung berpasangan, balap sendok kelereng, pukul terong dan lainnya. Continue reading