info@pangandaran.travel - Tlp : (0265)-631670 - 085 22222 88 12 | Minta Penawaran | PROMO Study Tour

Travel Blog

Tiket Masuk Wisata Pangandaran Naik Per 1 Oktober

By in Artikel No Comments

Pangandaran, SwaraPangandaran.Com – Pemerintah Kabupaten Pangandaran menetapkan kenaikan retribusi tempat-tempat wisata yang dikelola pemerintah daerah. Tarif baru ini akan berlaku mulai 1 Oktober 2016.

Ketetapan kenaikan ini dituangkan dalam Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 28 tahun 2016 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Kenaikan retribusi berlaku untuk lima obyek wisata yang dikelola pemerintah.

Kelima obyek wisata adalah Pantai Pangandaran, Pantai Batuhiu, Cukang Taneuh (Green Canyon) dan Pantai Batukaras (obyek wisata Kelas I), serta Pantai Karapyak (obyek wisata Kelas II).

Dalam Perbup tersebut, setiap wisatawan yang masuk ke ke obyek wisata Kelas I dikenakan retribusi Rp 5.000 atau naik dari sebelumnya Rp 3.500. Berdasarkan penghitungan tarif perorangan tersebut, ditetapkan ongkos masuk kendaraan berdasarkan asumsi jumlah penumpang.

Tarif sepeda bermotor ditetapkan Rp 10.000 (sebelumnya Rp 7.500), jeep/sedang dan sejenisnya 25.000 (sebelumnya Rp 19.500), minibus kecil dan sejenisnya Rp 50.000 (sebelumnya Rp 36.000), serta minibus besar dan sejenisnya Rp 75.000 (sebelumnya Rp 51.500).

Selanjutnya, tarif bus kecil dan sejenisnya ditetapkan Rp 100.000 (sebelumnya Rp 80.000), bus sedang dan sejenisnya Rp 150.000 (sebelumnya Rp 104.000) serta bus besar dan sejenisnya Rp 250.000 (sebelumnya Rp 172.000).

Kepala Dinas Pariwisata, Perndagkop dan UMKM Muhlis menyampaikan, selain bentuk penyesuaiaan dengan kondisi ekonomi, keputusan kenaikan retribusi juga merupakan upaya Pemkab Pangandaran menggenjot pendapatan untuk mengoptimalkan pembangunan.

“Pangandaran ini murah sekali, kita naikan karena kita butuh untuk pembangunan. Kita melakukan pentaan itu kan butuh anggaran,” ujar Muhlis seusai menggelar sosialisasi penyesuaian tarif dengan jajaran pemerintah dan pelaku usaha wisata di Gedung TIC Pangandaran, Selasa (20/9).

Ketua Kelompok Masyarakat Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kabupaten Pangandaran Edi Rusmiadi sepakat dengan langkah pemerintah menaikan retribusi obyek wisata. Namun begitu, Edi memiliki beberapa catatan.

Edi menilai, waktu pemberlakuan tarif baru pada 1 Oktober 2016 terlalu mepet dan menjadi kesulitan tersendiri bagi pengelola usaha jasa wisata.

“Tour operator, travel ini harus menyesuaikan tarif jasa yang mereka tawarkan. Belum lagi umumnya mereka sudah ada order hingga Oktober dan bulan-bulan setelahnya (dengan tarif lama),” kata Edi di tempat yang sama.

Selain itu, menurut Edi, Pemkab Pangandaran harus memastikan hanya retribusi wisata yang naik tahun ini, sementara retribusi lainnya, seperti kebersihan, parkir, dan lain-lain, tidak turut dinaikan. Hal ini, menurut Edi, agar ongkos wisata di Pangandaran tidak melonjak drastis.

Kenaikan retribusi wisata, menurut Edi, juga harus benar-benar diikuti dengan perbaikan fasilitas dan pelayanan. Jika tidak, kata dia, bisa jadi wisatawan kapok berlibur ke Pangandaran.

Sumber : swarapangandaran.com

Post navigation

Tags:

Leave a Reply